Friday, 9 May 2014

BLACKWATER, PEMBUNUH BAYARAN AMERIKA

BLACKWATER, PEMBUNUH BAYARAN AMERIKA


wired.com



A.      LATAR BELAKANG PASUKAN BAYARAN PROFESIONAL AMERIKA. Blackwater adalah perusahaan militer sewaan yang bergerak dibidang pengamanan. Perusahaan ini didirikan oleh Erik Princepada 1997 di Amerika Serikat. Prince sendiri merupakan mantan anggota pasukan elit navy seal (Angkatan Laut), yang mewarisi kekayaan dinasti Edgar Prince. Bermarkas di Carolina Utara, mereka memiliki fasilitas pelatihan taktis terbesar di dunia. Bahkan, tempat pelatihannya dapat disejajarkan dengan akaademi militer resmi milik tentara AS, West Point.
Bisnis utamanya menyediakan pasukan pengawal, bantuan hukum, penjaga keamanan, penjaga perdamaian, dan operasi pemeliharaan stabilitas di negara yang sedang bergejolak, dimana Amerika terlibat didalamnya. Mereka melatih sedikitnya 40.000 orang dalam setahun. Anggota resmi  Black Water sendiri berkekkuatan 10.000 orang pasukan. Mereka dilengkapi dengan persenjataan tercanggih di dunia dan alat transportasi militer darat, laut, dan udara. Boleh dikatakan, Blackwater adalah pasukan elit swasta yang sering menjadi garda depan pemerintah Amerika dan berbagai zona pertempuran. Mereka mendapatnak total kontrak US$ 1 miliar. Terdapat 20.000 tentara bayaran di Irak dan berbagai perusahaan. Blackwater adalah yang terbesar. Masalahnya, dibawah hukum apa mereka berada jika terjadi penyalahgunaan kekuatan? Apakah mereka tunduk dibawah hukum militer atau hukum sipil?
B.      NODA BERDARAH DI IRAK DAN PAKISTAN. Kenangana kelam akan perang Vietnam membuat Amerika berpikir panjang saat mengirimkan tentara pemerintah ke wilayah konflik Irak dan Pakistan. Pada perang Vietnam, presiden Johnson diam-diam menambah jumlah pasukan di ladang pembantaian Vietkong, padahal rakyat Amerika menolak. Pemerintahan Bush dan Obama tampaknya enggan untuk terlalu banyak mengorbankan nyawa tentaranya demi ambisi menjadi polisi dunia. Jadi, pilihan terbaik adalah menyewa tentara bayaran atas nama pemerintah AS. Tujuannya, mengamankan nyawa orang Amerika dan sekutunya di Irak dan Pakistan.
Banyak masyarakat menduga bahwa tentara amerika telah bertindak melebihi batas tugasnya di Irak dan Pakistan dengan membunuh penduduk sipil. Tapi, tidak banyak yang tahu bahwa sebagian dari pembunuhan itu dilakukan Blackwater. Berikut ini daftar laporan mengenai Blackwater yang diselidiki oleh FBI:
1.       Pada 31 maret 2004, empat tentara Blacwater disergap , dibunuh, dan di gantung di jembatan Fallujah, Irak oleh penduduk yang ingin membalas perbuatan milier AS. Diduga kuat, mereka tidak bisa membedakan mana tentara AS, mana tentara bayaran. Pemerintah AS berang dan pasukan militernya menghajar Fallujah habis-habisan.
2.       Pada 4 April 2004, seoarng tentara AS, Kopral Loonie Young, justru mendapat izin menembak demostarn di Kota Najaf, Irak, dari pusat komando Blackwater. Banyak yang bingung, bagaimana bisa perusahaan swasta mengambil kendali militer AS di situasi genting seperti itu. Akibatnya, ratusan orang terbunuh saat itu menurt Young. Namun, pemerintah As ‘menciutkan’ jumlah korban hanya 20-30 orang. Dari sini tampak praktik liberalisme AS sudah menyentuh bidang militer. Peran swasta sangat besar dalam mengendalikan segala sesuatu. Situasi yang sama juga terjadi pada industri perbankan Amerika yang justru dikendalikan oleh federal Reserve, yaitu perusahaan swasta yang bertindak sepert Bank Sentral.
3.       Pada 16 Februari 2005, pasukan Blackwater menembakkan 70 peluru secara membabi buta. Alasannya, hanya karena curiga akan sebuah mobil warga irak yang mendekat. Dalam penyelidikan, terungkap keterangan palsu pasukan Blackwater yang mengaku mobil mereka ditembaki. Padahal, fakta dan saksi menunjukkan bahwa merekalah yang menembaki mobilnya sendiri sebagai alibi.
4.       Pada 25 Dessember 2006, seorang tentara Blackwater yang sedang mabuk menembaki mati seorang pasukan pengawal Wakil Pesiden Irak.
5.       Pada 16 September 2007, pasukan Blackwater menembak 17 orang Irak. Lalu, 14 diantaranya dibunuh ‘tanpa sebab’
6.       Pada 6 Februari 2006, seorang penembak jitu Blackwater menembak mati 3 pengawal yang bekerja di Iraq Media Network tanpa sebab yang jelas.
7.       Antara 2005 hingga 2007 saja, pasukan Blackwater terlibat dalam 195 insiden penembakan, 163 kasus diantaranya berakibat pada pemecatan personel Blackwater.


Hal yang memprihatinkan dan membuat banyak orang geram adalah tentara bayaran yang bersalah kebanyakan hanya di hukum pemecatan. Mereka tidak dikenai hukum milter ataupun hukum sipil. Pertama, mereka tidak diajukan ke pengadilan militer karena pada dasrnya mereka bukan tentara pemerintah yang resmi. Mereka hanya prajurit swasta. Kedua, mahkamah militer hanya bisa diajukan kepada tentara atau mereka yang bekerja dibawah Departemen Pertahanan Amerika, Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara Amerika. Tapi masalahnya, pasukan Blackwater tunduk pada kontrak kerja Departemen Luar Negeri. Ketiga, kejahatan yang dilakukan pasukan Blackwater terjadi jauh diluar Amerika. Jadi, hukum sipil tidak dapat menjangkau mereka. Pembunuhan yang dilakukan di Irak dilakukan ‘Atas Nama Amerika’. Bush bahkan sangat marah ketika pemerintah boneka Irak (setelah tergulingnya Saddam) dengan berani menyeret tentara bayaran yang bermasalah dengan hukum irak. Inilah yang menjadikan seolah-olah pasukan bayaran ‘kebal hukum’ dan lebih digdaya daripada militer AS.
Brigjen Karl Horst, Wakil Komandan Divisi AD III AS mengatakan, orang-orang Blackwater bebas berkeliaran dan unjuk kekuatan tanpa mampu ditegur. Hal ini mengakibatkan orang lain (tentara dan pemerintah AS) harus menanggung akibat dari perbuatan mereka. Para anggota kongres AS pun buka suara agar pemerintah Obama segera menghentikan kontrak-kontrak tentara bayaran warisan rezim Bush. Bush sendiri diduga mendapatkan keuntungan pribadi dari kontrak-kontrak ratusan juta dolar dengan para penyedia tentara bayaran seperti ini.


No comments:

Post a Comment